Benarkah, Probiotik Bisa Mengatasi Alergi?

Alergi adalah sebuah respon sistem kekebalan tubuh kamu terhadap benda tertentu dan dianggap berbahaya. Benda tertentu yang dapat memunculkan respon alergi disebut dengan alergen. Pada sebagian besar manusia, alergen tidak menimbulkan reaksi apapun. Namun, pada sebagian kecil manusia lainnya dengan riwayat alergi terhadap alergen, maka sistem imunnya akan memberikan respon karena dianggap berbahaya bagi tubuh.

Secara umum gejala alergi bisa muncul dalam hitungan jam sampai dengan hitungan hari. Respon alergi pada tiap manusia berbeda dan kamu juga perlu mengenali gejala yang muncul, seperti:

  • Bersin
  • Muncul ruam-ruam kulit gatal
  • Eksim
  • Sakit kepala
  • Psoriasis
  • Depresi
  • Mengalami kecemasan
  • Serangan panik

Seiring dengan penelitian yang terus berkembang, banyak penelitian yang dilakukan untuk terus mencari informasi alternatif pencegahan dan pengobatan untuk penderita alergi.

Saat ini probiotik terus menjadi perbincangan terkait kemampuannya untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Beberapa informasi juga menyebutkan potensi probiotik untuk membantu para penderita alergi.

Beberapa manfaat probiotik pada manusia dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan mekanisme kerjanya, antara lain:

  • fungsi mikrobiologi
  • fungsi nutrisi
  • fungsi fisiologi
  • fungsi imunologi

Secara teori, sebagian besar bakteri menguntungkan dapat memiliki beberapa efek positif pada fungsi kekebalan tubuh dengan membantu meningkatkan kesehatan usus. Mengingat 70% sel kekebalan tubuh kita terletak di saluran usus, maka mikrobioma usus kita tidak hanya berinteraksi dengan sistem kekebalan tetapi juga dapat membantu menanggapi responsnya.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga Vanderbilt University Medical Center menyatakan bahwa dengan mengonsumsi probiotik secara teratur mampu mengurangi tingkat keparahan gejala rinitis alergi.

Dikutip dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Kezia Berlian Kusuma, menyatakan bahwa mikroflora usus dan perkembangan sistem kekebalan tubuh mempunyai hubungan yang kuat dalam menjaga keseimbangan reaksi Th-1 dan Th-2. Hal tersebut yang menjadi dasar pemberian suplemen probiotik untuk pencegahan atau membantu mengatasi penyakit alergi dan atopik.

Jenis probiotik yang digunakan dalam berbagai penelitian untuk membantu mengatasi alergi dari didominasi oleh jenis Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Namun perlu diketahui juga bahwa efek samping probiotik sering ditemukan terutama pada pasien dengan imunodefisiensi. Imunodefisiensi ialah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh melemah atau tidak berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan probiotik untuk berbgai kondisi alergi dan juga risiko yang bisa terjadi.

Tinggalkan Balasan

Keranjang belanja

0

Tidak ada produk di keranjang.