Bisakah Bahan Herbal Mempengaruhi Mikrobioma Usus?

Sejak jaman dulu masyarakat Indonesia telah menggunakan pengobatan herbal tradisional. Pemanfaatan tanaman herbal merupakan salah satu cara pengobatan yang digunakan masyarakat secara luas dan terhitung telah lama dilakukan. Pengobatan herbal juga dirasakan lebih aman ketimbang menggunakan pengobatan sintetis.

Pengobatan herbal ini pun membawa perubahan dalam suatu metode pengobatan yang bisa menjadi alternatif untuk membantu merawat ataupun menjaga kesehatan kamu.

Meskipun pengobatan herbal tradisional dianggap kuno, nyatanya hingga kini masih terus dipercaya oleh masyarakat.

Berbagai macam alasan yang menyebabkan pengobatan herbal tradisional dipercaya dan menjadi alternatif penyembuhan, yaitu:

  • Pengobatan modern semakin mahal
  • Bahan herbal mudah didapat
  • Proses pembuatan dengan teknologi sederhana
  • Efek samping relatif rendah
  • Harga lebih terjangkau untuk sebagian besar kalangan masyarakat

Berbagai macam penelitian pun terus dilakukan, bahkan juga telah dipelajari bagaimana pengobatan herbal bisa membantu mempengaruhi mikrobioma pada usus manusia.

Semakin meningkatnya pemahaman kita tentang mikrobioma usus, menjadi jelas bahwa mikrobioma usus sangat erat hubungannya dengan kondisi kesehatan dan munculnya suatu penyakit. Pada manusia dewasa yang sehat jenis mikrobioma yang paling mendominasi ialah bacteroides, firmicutes, dan actinobacteria. Perlu diketahui juga bahwa komposisi jenis mikrobioma pada tiap individu manusia juga berbeda-beda. Perbedaan komposisi mikrobioma usus dikarenakan beberapa hal, seperti:

  • Usia
  • Status Kesehatan
  • Lingkungan Tempat Tinggal

Telah dipelajari bahwa terjadi interaksi antara mikrobioma usus dan obat-obat herbal melalui dua jalur.

  1. Jalur pertama mikrobioma usus mencerna obat-obatan herbal sehingga menyebabkan perubahan secara fisiologis. Adapun mekanisme yang terjadi, ialah:
    • Molekul kecil yang aktif dan mudah diserap
    • Molekul kecil yang aktif dan memiliki aktivitas fisikokimia yang kuat
  2. Jalur kedua obat-obatan herbal dapat mengatur komposisi mikrobioma usus, sehingga menyebabkan perubahan fisiologis. Adapun mekanisme yang terjadi, ialah:
    • Mendukung pertumbuhan mikrobiota usus yang bermanfaat
    • Menghambat pertumbuhan mikrobiota usus yang berbahaya

Jadi kalau kita simpulkan bahwa dengan penggunaan obat-obatan tradisional, jelas akan mempengaruhi kondisi kehidupan mikrobioma usus kita. Kondisi ini tentunya pada berbagai hal yang terkait dengan kondisi kesehatan kita. Namun pemahaman tentang hubungan kesehatan antara mikrobioma usus dan pengobatan herbal perlu terus ditingkatkan, hal ini akan sangat membantu dalam memandu praktik klinis dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Keranjang belanja

0

Tidak ada produk di keranjang.