Edible Vaccine: Salah Satu Hasil Rekayasa Bioteknologi Farmasi pada Tanaman Herbal

nusalabs.id – Perkembangan ilmu bioteknologi saat ini juga sering digunakan dalam bidang farmasi (pengobatan). Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan bahwa secara singkat pengertian bioteknologi ialah pemanfaatan organisme melalui proses biologis untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan umat manusia termasuk kebutuhan akan kesehatan.

Tanaman termasuk organisme yang telah lama diketahui sebagai salah satu sumber daya yang amat penting dalam perkembangan produk farmasi (pengobatan) sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat. Berbagai macam obat-obat modern yang saat ini beredar dipasaran berasal dari senyawa bioaktif yang diisolasi dan dikembangkan dari tanaman. Sebagai contoh kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman Salix dan Spiraea yaitu asam asetilsalisilat atau umumnya disebut dengan aspirin. Aspirin digunakan sebagai analgesik yaitu pengobatan antinyeri.

Umumnya kamu mengenal tanaman obat sebagai tanaman herbal. Pemanfaatan herbal dalam dunia kesehatan dikarenakan kandungan senyawa bioaktifnya yang diaplikasikan sebagai sumber bahan baku obat. Daun, bunga, batang, akar, buah, bahkan bijinya merupakan bagian tanaman yang dimanfaat sebagai obat herbal. Untuk mendapatkan senyawa bioaktif tersebut perlu dilakukan suatu teknologi ekstraksi. Ekstraksi merupakan suatu teknik pemisahan kandungan senyawa kimia yang dianggap sebagai senyawa bioaktif dari suatu jaringan tanaman. Hasil dari proses ekstraksi tersebut merupakan senyawa bioaktif yang terdiri dari alkaloid, flavonoid dan polifenol, saponin, kurkumin, terpenoid, steroid, glikosida, tanin, minyak atsiri, dan lainnya.

Peranan bioteknologi tanaman herbal ialah pada budidaya, multiplikasi, rekayasa genetika, dan skrining mikroba endofit yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif sangat penting dalam rangka pengembangan bahan obat yang berasal dari tanaman obat ini. Bahkan dengan kemajuan yang pesat dalam bidang bioteknologi ini telah dikembangkan suatu jenis tanaman transgenik yang dapat digunakan sebagai edible vaccine atau vaksin yang dapat dimakan. Salah satu tujuan pengembangan edible vaccine adalah bisa melakukan vaksinasi hanya dengan memakan buah atau sayuran dari hasil tanaman transgenik tersebut. Tentunya hal ini adalah kabar baik ya buat kamu yang takut vaksin kalau pakai jarum suntik.

Semoga artikel ini bisa memberikan informasi buat kamu. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Keranjang belanja

0

Tidak ada produk di keranjang.