Kondisi Mikrobioma Usus Pada Vegetarian & Vegan

Dalam blog kali ini, kita berbicara tentang mikrobioma usus pada individu dengan menerapkan pola makan vegetarian dan vegan.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu ketahui bahwa ada perbedaan antara diet vegetarian dan vegan. Vegetarian sendiri diartikan sebagai sebuah pola makan yang menerapkan mengonsumsi bahan pangan hanya dari tumbuhan. Sedangkan Vegan diartikan sebagai sebuah pola makan yang juga hanya menerapkan mengonsumsi bahan pangan yang murni berasal dari tumbuhan saja.

Lalu apa yang membedakannya? Perbedaannya ialah individu vegetarian masih mengonsumsi produk turunan hewan, seperti susu, telur, dan keju. Sedankan vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk turunan hewani tersebut.

Omnivora (pemakan daging) akan memiliki bakteri usus yang berbeda bila dibandingkan dengan individu yang hanya mengonsumi bahan pangan nabati. Kenapa begitu? Karena produk hewani khususnya daging membutuhkan jenis bakteri tertentu untuk membantu memecah senyawa pada bahan pangan tersebut.

Penting untuk selalu diingat bahwa setiap individu memiliki bakteri usus yang berbeda-beda satu sama lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti : jenis obat tertentu, stres, dan usia.

Pada tahun 2011 dilakukan sebuah penelitian untuk melihat pengaruh diet pada mikrobioma usus. Hasil studi tersebut menunjukkan pada individu yang menjalani diet vegan terjadi peningkatan jumlah dari jenis bakteri Prevotella. Sedangkan dengan individu yang mengonsumsi makanan protein daging dan lemak hewani terjadi peningkatan dari jenis bakteri Bacteroides.

Mikrobioma yang lebih didominasi oleh bakteri enterotipe Prevotella (bakteri menguraikan senyawa tumbuhan), berpotensi melindungi dan membantu menjaga usus yang lebih sehat. Bacteroides memakan protein dan lemak hewani, dan peningkatan jumlah dari jenis bakteri ini juga dihubungkan dengan potensi munculnya kanker usus besar.

Pola makan nabati

Secara umum, vegetarian dan vegan cenderung mengonsumsi lebih banyak sayuran daripada daging dan dengan demikian juga cenderung mengonsumsi lebih banyak serat karena sumber protein mereka berasal dari makanan berserat seperti seperti kacang-kacangan dan buncis.

Kacang-kacangan mengandung serat prebiotik, yang akan difermentasi oleh bakteri usus. Beberapa orang menyatakan bahwa mereka mengalami peningkatan gas setelah mengkonsumsi prebiotik, tetapi efek ini biasanya mereda dalam beberapa hari.
Memperbanyak bahan pangan dari jenis kacang-kacangan dalam makanan dapat secara signifikan meningkatkan jumlah serat makanan yang bermanfaat secara fisiologis yang dapat meningkatkan fungsi kolon dan mendorong pertumbuhan bakteri sehat.

Luca Cocolin, seorang profesor mikrobiologi pertanian di Universitas Turin Italia, menemukan dalam penelitiannya bahwa vegetarian dan vegan sama-sama memiliki serangkaian jalur metabolisme yang merupakan reaksi dalam sel dan bertanggung jawab atas fungsi usus yang tidak dimiliki oleh individu omnivora atau pemakan daging.

Kurangnya bakteri baik di usus, telah dihubungkan dengan beragam kondisi kesehatan, termasuk:

  • masalah pencernaan
  • keluhan kulit
  • masalah kesehatan emosional

Nah, dalam tinjauan penelitian yang sangat terbatas, sejauh ini pola makan vegan cenderung lebih sehat dibandingkan dengan pola makan vegetarian. Hal ini berdasarkan pada individu dengan pola makan vegan mengalami peradangan yang lebih rendah.

Ada salah satu kekhawatiran utama tentang pola makan vegan adalah pembatasan status nutrisi tertentu seperti protein dan lemak. Mikrobiota usus terdiri dari komunitas mikroba yang sangat beragam yang berinteraksi dan bersaing untuk nutrisi tersebut, menghasilkan metabolit yang terkait dengan sebagian besar manfaat kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek pola makan vegetarian dan vegan pada mikrobiota usus. Selanjutnya, juga perlu penelitian untuk memahami dengan lebih baik tentang karakteristik tiap individu dan keragaman mikrobiota usus agar dapat membantu menjelaskan resiko penyakit dengan pendekatan di bidang medis.

Tinggalkan Balasan

Keranjang belanja

0

Tidak ada produk di keranjang.