Ternyata Probiotik Tidak Hanya Untuk Pencernaan Tapi Juga Antivirus, Ini Penjelasannya

nusalabs.id – Selama ini kita hanya mengetahui bahwa konsumsi produk probiotik dan prebiotik akan memberikan manfaat untuk kesehatan pencernaan. Tapi ternyata manfaat probiotik lebih dari itu, ini dibuktikan dengan hasil penelitian beberapa ilmuwan yang menyebutkan konsumsi probiotik dan prebiotik juga berpotensi sebagai antivirus lho.

Probiotik adalah “mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup memberi manfaat kesehatan pada tubuh”. Makanan yang bermanfaat untuk pertumbuhan probiotik disebut prebiotik yang sebagian besar adalah oligosakarida dan biasanya terdapat dalam buah dan sayur. Probiotik dianggap sebagai nutraceutical, juga dapat berfungsi sebagai obat-obatan bila diberikan di bawah pengawasan profesional medis. Strain probiotik yang umum termasuk dalam bakteri dari jenis lactobacillus dan bifidobacterium.

Virus adalah salah satu jenis organisme terkecil yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia. Tingkatan infeksi yang disebabkan oleh virus ini mulai dari ringan, sedang, bahkan berat sehingga kamu perlu mewaspadai dan mencegah penularannya. Infeksi virus yang bersifat ringan sebenernya akan sembuh pada sendiri selama sistem imun atau daya tahan tubuh kuat. Saat virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun tubuh kita akan bereaksi dengan melawan virus tersebut agar keluar dari tubuh. Reaksi biologis terjadi saat kita terinfeksi virus umumnya adalah demam, itu artinya sistem imun sedang berperang melawan virus yang akan mengganggu kesehatan tubuh kita.

Mengkonsumsi obat-obatan selama pengobatan infeksi virus ringan, umumnya bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul. Akan tetapi pada kondisi infeksi yang berat, pemberian obat antivirus bertujuan membantu menghambat pertumbuhan virus di tubuh. Namun untuk meredakan gejalanya tetap memerlukan obat selain antivirus.

Dalam 2 dekade terakhir, beberapa ilmuwan telah menunjukkan peran probiotik dalam mengelola respon imun dan berbagai kondisi penyakit khususnya infeksi virus pada hewan uji. Studi terbaru menunjukkan aktivitas imunomodulator adalah mekanisme kerja probiotik yang paling penting. Dari informasi ini, peneliti mulai mengevaluasi efek dari beberapa imunobiotik, tidak hanya pada bakteri patogen tetapi juga pada virus, termasuk virus enterik (pencernaan) dan pernapasan. Beberapa penelitian telah memastikan aktivitas dari antivirus potensial beberapa probiotik karena efek imunomodulator yang dimiliki.

Dilaporkan bakteri dari strain Lactobacillus dan Bifidobacterium memiliki aktivitas antivirus terkuat terhadap virus enterik (pencernaan) dan virus pernafasan. Terdapat perbedaan mekanisme aksi probiotik dalam menghadapi kedua jenis virus tersebut. Sebagai contoh :

  • Jenis virus yang menyerang pernafasan yaitu rhinovirus, virus Corona, virus parainfluenza, adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), virus influenza, Epstein-Barr Virus (EBV), cytomegalovirus, virus herpes simplex, hantavirus, atau paramyxovirus. Penggunaan probiotik pada infeksi saluran pernapasan mengarah pada kekebalan bawaan dan produksi Antibodi IgA di jaringan pernapasan. Pada radang pernafasan yang disebabkan oleh infeksi virus, probiotik akan merangsang dan memproduksi sitokin antiinflamasi (IL-10, TGFβ) yang berperan penting dalam menekan peradangan. Namun perlu dilakukan evaluasi studi secara mendalam untuk menentukan aksi mekanisme lengkap probiotik tersebut.
  • Ada dua jenis virus enterik yang menjadi penyebab utama gastroenteritis, yaitu Norovirus dan Rotavirus. Probiotik menunjukkan mekanisme langsung dan tidak langsung dalam melawan virus enterik (pencernaan).
    • Mekanisme Tidak Langsung Probiotik Anti Virus Enterik
      Keragaman komposisi mikrobiota berhubungan langsung dengan penyakit flu perut (gastroenteritis) yang termasuk efek dari infeksi virus. Hampir semua probiotik usus bisa memainkan peran penting dalam mencegah atau mengobati virus flu perut (gastroenteritis) melalui mekanisme tidak langsung. Probiotik ini mengurangi kofaktor infeksi virus, yaitu lipopolysaccharide (LPS) dan Histo Blood Group Antigen (HBGA) yang terdapat pada bakteri gram negatif dan beberapa bakteri komensal. Namun bisa juga dengan pemberian probiotik secara oral mampu mengubah komposisi mikrobiota usus dengan mengurangi jumlah bakteri gram negatif dan bakteri komensal.
    • Mekanisme Langsung Probiotik Anti Virus Enterik
      Pengertian mekanisme langsung adalah ketika virus enterik berinteraksi langsung dengan probiotik sel dan atau senyawa metaboliknya. Namun tergantung pada spesifikasi galur probiotik dan tipe virus. Strain probiotik mampu mengikat inang sel dengan sangat baik dan kemudian menciptakan lingkungan mikro yang mencegah berbagai jenis bakteri komensal dan bakteri patogen berkembang biak, termasuk bakteri gramnegatif. Probiotik memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk melekat pada sel inang daripada bakteri gramnegatif (hal ini dimungkinkan karena tingginya hidrofobisitas dinding selnya), yang dapat menurunkan jumlah bakteri gram-negatif. Probiotik dapat bekerja dengan berbagai cara, sebagai berikut :

      • Pembentukan biofilm: Biofilm ini dapat melindungi sel inang terhadap bakteri komensal lainnya, karena biofilm ini menutupi sebagian besar reseptor sel inang.
      • Dengan efek imunomodulator, probiotik dapat menstimulasi respon imun bawaan, terutama terutama dari fagosit.
      • Pada saat yang sama, probiotik menginduksi sekresi peptida antimikroba (AMPs) seperti β-defensins dan cathelicidins yang menargetkan bakteri komensal. Namun, ada tidak ada penjelasan tentang resistensi beberapa strain probiotik terhadap AMP ini.
      • Produksi berlebih musin juga dapat mencegah adhesi kolonisasi bakteri komensal.
      • Kapasitas koagregasi strain probiotik menyebabkan terperangkapnya mikroba lain, serta bakteri komensal atau gram-negatif.
      • Probiotik dapat mengeluarkan beberapa enzim untuk bersaing dengan bakteri komensal lainnya dalam ekosistem usus. Selain itu, sebagian besar strain probiotik memiliki arginin dehidrogenase, yang penting dalam mekanisme ini.
      • Strain probiotik dapat mengeluarkan berbagai zat antimikroba, seperti hidrogen peroksida, asam laktat, peptida nonribosomal sintetase (NRPS), bakteriosin, dan zat penghambat mirip bakteriosin (BLIS).

Kalau begitu dengan penelitian yang semakin mendalam bukan tidak mungkin probiotik bisa menjadi produk andalan yang benar-benar bisa untuk melawan virus yang menjadi penyebab penyakit. Demikian artikel kali ini, semoga artikel yang kami tulis selalu bermanfaat buat kamu dan dapat dipahami ya, kalau ada pertanyaan lebih lanjut mengenai probiotik, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Tinggalkan Balasan

Keranjang belanja

0

Tidak ada produk di keranjang.